Cara Setting DMZ Di Mikrotik

Cara Setting DMZ Di Mikrotik

Halo teman-teman satria mahir selamat datang, pada kesempatan kali ini saya mau menulis artikel tentang Cara Setting DMZ Di Mikrotik.

Pengertian DMZ

DMZ atau Demilitarized Zone merupakan fisik atau logis subnetwork yang berisi dan mengekspos pelayanan eksternal ke jaringan rata-rata lebih besar dan tidak Diakui, umumnya Internet. 

Maksud dari DMZ yaitu melanjutkan lapisan penambahan keamanan buat jaringan area lokal (LAN); eksternal simpul jaringan dapat terhubung hanya apa yang terkena di DMZ, sedangkan sisanya dari jaringan organisasi yang firewall .

Latar Belakang

Dengan memakai DMZ ini, dari jaringan publik, utk bisa mengaksesnya, peran router yang terkoneksi sangat dibutuhkan. DMZ sangat bermanfaat sebagai keamanan, karena jaringan publik tidak langsung terkoneksi dengan server.

Tujuan

Dengan memakai DMZ ini dengan cara tidak langsung kita sudah meneruskan satu layer utk jaringan security pada jaringan local. 

Jadi ketik ada hacker yang ingin terhubung jaringan local tersebut ia mesti melintasi apalagi Dulu. Dan dengan port forwarding ini kita dapat me-redirect server local dengan memanfaatkan IP Public.

Jangka Waktu

Jangka waktu yang diperlukan utk konfigurasi DMZ ini kurang lebih 15 menit.

Alat Dan Bahan

  1. Router Mikrotik
  2. PC/Laptop
  3. Jaringan Internet
  4. Jaringan Local

Cara Setting DMZ Di Mikrotik

DMZ , Zona demiliterisasi (dalam bahasa inggris : Demilitarization zone atau DMZ) ialah istilah dalam system keamanan pc Komputer( security) yang dapat diartikan terhubung hubungan fisik atau logikal dari jaringan yang lebih ke kecil (private) ke dalam jaringan yang lebih besar, umumnya jaringan yang lebih besar ini tidak dengan cara husus ditangani oleh jaringan yang lebih kecil.

Tujuannya merupakan menyambung satu lapisan (layer) penambahan buat keamanan dalam jaringan yang lebih kecil, supaya penyusup (hacker) hanya dapat membuka peralatan yang berada dalam zona ini. Sebagai contoh yakni koneksi data dari local area network (jaringan private) ke internet.


Sederhananya merupakan apabila kita memiliki 1 IP publik, namun akan dimanfaatkan utk barbagai Kepentingan, yakni 2 utk diperlukan internetnya oleh client dan dipakai buat bebagai macam server sehingga IP publik mesti saya tempelkan ke router(mikrotik) dan server(debian) di jaringan lokal lalu bagaimana saya dapat memakai IP publik itu buat server.

Contoh :
IP Publik dari ISP = 10.0.2.2
IP Server = 192.168.100.2

Langkah konfigurasi biar seandainya ip publik (10.0.2.2) saya di buka sehingga service yang muncul yakni webserver dari server saya (192.168.100.2)

1. Perdana buka IP > Service , lalu matikan service www port 80 atau anda dapat menganti portnya ke port lain seperti 8080

Langkah 1

2. Lalu baru anda konfigurasi firewall mengunakan 2 cara yakni dst-nat dan src-nat. Buka IP > Firewall , tab NAT

3. Tab NAT Klik + lalu , pada tab General
Chain = dst-nat
Dst. Address = 10.0.2.2
Protocol = 6(tcp)
Dst. Port = 80

4. Pada tab Action
Action = dst-nat
To Address = 192.168.100.2
To Port = 80

5. Klik Apply, lalu Klik OK

Langkah 2

Langkah 3

6. Tab NAT Klik + lalu, pada tab General,
Chain = src-nat
Src. Address = 10.0.2.2
Protocol = 6(tcp)
Dst. Port = 80

7. Pada tab Action
Action = src-nat
To Address = 192.168.100.2
To Port = 80

Langkah 4

Langkah 5

8. Klik Apply, lalu Klik OK

9. Hasil konfigurasi

Selesai

Demikianlah artikel yang bisa saya tulis mengenai Cara Setting DMZ Di Mikrotik, semoga artikelnya dapat bermanfaat dan terima kasih.

Ignore this : digunakan untuk, dmz port forwarding, alamat ip, isikan ip, menggunakan ip, perangkat modem, web server, server lokal, ip address, menggunakan dmz, untuk memberikan, ip firewall nat.